Tiap ibu hamil pasti menginginkan proses persalinan yang berjalan lancar dan cepat. Namun, beberapa hal yang bisa menghambat persalinanmu mungkin saja terjadi. Jika sudah begini, tubuhmu perlu mendapatkan rangsangan agar bisa mempercepat proses persalinan. Jalur ini perlu dilakukan demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Rangsangan diperlukan apabila bayimu tidak kunjung lahir padahal sudah melewati tanggal prediksi, proses persalinanmu berjalan lambat atau tidak ada perkembangan, seperti air ketuban yang pecah tidak disertai kemunculan kontraksi, kontraksi yang muncul tidak kuat, atau rasa takut yang bisa menghambat produksi hormon oksitosin.
Cara Mempercepat Proses Persalinan yang Disarankan Dokter
Mempercepat proses persalinan bisa dilakukan dengan memakai cara medis. Berikut penjelasannya:
Obat-obatan. Dokter mungkin memberimu obat yang mengandung oksitosin, obat yang bisa memicu kontraksi. Obat ini dapat disalurkan melalui selang infus secara bertahap. Dimulai dengan dosis yang sedikit dan lama-kelamaan meningkat hingga muncul kontraksi yang bisa merangsang kelahiran bayimu.
Menyuntikkan hormon sintesis. Penyuntikan hormon prostaglandin bisa membantu merangsang kontraksi dan membuka serviks.
Melakukan dilatasi mekanik. Metode ini dilakukan dengan cara memasukan tabung tipis ke pintu serviks melalui lubang vagina. Setelah itu, dokter akan memasukkan air guna mengembangkan balon yang berada di ujung tabung. Hal ini bisa membuat serviks melebar.